Pusbangbel, Padang, 16 Nopember 2020
Universitas Negeri Padang kembali mengabdikan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat, dengan tema Flipped Classroom, Strategi Pembelajaran pada masa New Normal dan Revolusi 4.0 bagi Madrasah Tsanawiyah Swasta Se-Kabupaten Solok di MTs. Muhammadiyah Saningbakar Solok. Pemilihan MTs. Muhammadiyah (MTs.M) sebagai peserta tidak terlepas dari peran yang dimainkan oleh Muhammadiyah dalam dunia pendidikan selama ini di Kabupaten Solok dengan koordinasasi dan komunikasi yang baik antar MTs. M tersebut.
Kegiatan ini didanai oleh PNBP UNP Tahun 2020, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) UNP, sebagai salah satu bentuk peran aktif UNP dalam memberdayakan dan meningkatkan peran aktif ditengah masyarakat yang merupakan bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Dosen UNP dengan Ketua Yasdinul Huda, S.Pd., M.T, Dony Noveliendry, M.Kom dan Drs. Efrizon, M.T
Dalam pemaparannya, Yasdinusl Huda, M.T mengatakan, bahwa kegiatan ini direalisasikan dalam 2 model kegiatan, yang disebut dengan Blended Learning Flipped Classroom, yaitu : a) Pelatihan Online Learning Flipped Classroom bagi guru-guru MTsM se Kabupaten Solok yang terdiri dari 21 orang guru, melalui Massive Open Online Course (MOOC) UNP dan b) Pelatihan tatap muka dalam Perencanaan, Desain dan Pengembangan Strategi Pembelajaran Flipped Classroom. Fasilitas Online learning Flipped Classroom disediakan sebagai sarana belajar mandiri bagi Guru Mitra yang menjadi peserta dalam pelatihan ini, sehingga mereka dapat mengakses materi kapanpun dan di mana pun, selama memiliki koneksi akses ke Internet dan MOOC UNP. Sedangkan sesi tatap muka adalah sesi pendampingan yang dilakukan oleh tim pelaksana dan instruktur dalam memandu guru mitra dalam mengimplementasikan Flipped Classroom.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 oang guru dari 5 MTs M se Kabupaten Solok, yang diawali dengan pelatihan Online Flipped Classroom selama bulan Oktober 2020 dan dilanjutkan dengan kegiatan tatap muka yang dilaksanakan pada akhir pekan kemaren (14-15 Nopember 2020). Kegiatan ini dilaksanakan dengan model Blended Learning, yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka di kelas dengan pembelajaran online berbasis LMS di MOOC UNP, yang fokus pada pengembangan stratgei pembelajaran Flipped Classroom. Kelima MTsM itu antara lain MTsM Saningbakar sebagai lokasi kegiatan tatap muka, dan MTs.M Paninggahan, Panyakalan, Bukit Kili dan Cupak, dengan utusan masing-masing madrasah antara lain : MTs.M Saningbakar 7 Peserta, MTs.M Paninggahan 3 Peserta, MTs.M Panyakalan 4 Peserta, MTs. M Bukit Kili 3 Peserta dan MTs.M Cupak 3 Peserta, dengan berbagai latar belakang Bidang Studi.
Untuk kelancaran kegiatan pelatihan ini, disamping instruktur yang berasal dari dosen, peserta pelatiha didampingi juga oleh 3 orang tenaga asisten yang berasal dari mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik UNP Padang, yaitu Nilam Agsera, Fianda Marhamat dan M. Rafli, sehingga mempercepat proses pendampingan kepada peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah MTsM Saningbakar, Reginal Maukar menyampaikan harapan yang besar kepada seluruh peserta, agar semua pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan tidak hanya sebatas melengkapi tugas selama pelatihan, namun benar-benar diimplementasikan di dalam proses pembelajaran di Madrasah masing-masing nantinya. Sehingga dengan pengalaman dalam Pelatihan Flipped Classroom ini, guru-guru Madrasah mulai mengubah pola pembelajarannya yang pada konsep lama dari Sekolah ke Rumah menjadi dari Rumah ke Sekolah.
Bertindak sebagai instruktur adalah Muhammad Adri dan Titi Sirwahyuni, yang sepuluh tahun terakhir mengkaji tentang implementasi TIK dalam pembelajaran dan blended learning. Materi yang disampaikan adalah berkaitan dengan Pentingnya Inovasi Pembelajaran dengan dukungan teknologi dalam masa New Normal dan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 saat ini, sehingga dengan Blended Learning, guru diharapkan telah menyiapkan semua perangkat pembelajaran secara online, sehingga siswa belajar secara mandiri dari rumah melalui sumber belajar yang dikembangkan pada Learning Management System masing-masing MTs.M dan kemudian membahasnya pada saat tatap muka di kelas. Lebih jauh Muhammad Adri mengatakan, bahwa dengan Flipped Classroom, siswa dan orang tua tidak lagi dibebani oleh “homework pressure”, yang selama ini diterima siswa pada pembelajaran konvensional, sehingga memperkecil ineraksi sosial di rumah. Karena dalam Flipped Classroom, tugas tidak diberikan untuk dibawa pulang oleh siswa, namun untuk dikerjakan di kelas. Sehingga dengan demikian, agenda kegiatan siswa di rumah adalah mempelajari materi pembelajaran lebih awal melalui sumber belajar online yang sudah disediakan oleh Madrasah.

Kegiatan ini terdiri dari 2 agenda utama, yaitu agenda pelatihan online Flipped Classroom, dan Pelatihan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Pada agenda kegiatan online peserta mempelajari materi dan konsep Flipped Classroom secara mandiri, dan pada agenda tetap muka diberikan pendampingan oleh instruktur, yang kemudian diikuti dengan Tugas Mandiri, dengan total jam pelatihan adalah 40 Jam. “Peserta pelatihan ini adalah guru-guru pilihan yang diutus oleh 5 Madrasah, yang nantinya diharapkan akan menjadi “Master Trainer” yang akan membagikan pengalamannya serta melatih guru-guru lainnya di skeolah masing-masing” Kata Yasdinul Huda kepada Pusbangbel. Hal senada juga diperkuat oleh Muhammad Adri yang menyatakan “Disamping kita melatih tenaga guru sebagai Guru Bidang Studi dalam Strategi Pembelajaran Flipped Classroom, mereka juga mendapatkan pendampigan lanjutan dalam mengimplementasikannya melalui LMS Madrasah masing-masing.
“Besar harapan yang kita berikan kepada 5 MTsM ini dalam mengadopsi TIK dalam pembelajaran Flipped Classroom, sebagai contoh bagi Madrasah swasta lainnya, bahkan juga bagi Madrasah Negeri sekalipun. Sengaja kita pilih Madrasah swasta sebagai Mitra kegiatan ini, karena Madrasah swasta selama ini sangat jarang mendapatkan kesempatan dalam mengembangkan diri, jika dibandingkan dengan Madrasah negeri, sehingga kesempatan yang besar ini menjadi peluang bagi mereka untuk meningkatkan daya saingnya” demikian Ketua Pelaksana Yasdnisul Huda, MT mengungkapan, saat ditanya terkait mengapa MTs Swasta yang menjadi target kegiatan ini.
“Banyak teknologi dan aplikasi serbaguna yang dapat digunakan oleh Guru dalam mengembangkan kreatifitas pembelajaran siswanya, tinggal lagi bagaimana Guru tersebut jeli dalam melihat peluang teknologi ini untuk merangsang semangat belajar siswa secara mandiri” kata Donny Noveliendry selaku anggota tim pelaksana, lebih jauh menjelaskan.

Materi yang disajikan dalam pelatihan ini dibagi menjadi 4 topik utama, yaitu a) Pengantar Flipped Classrom, b) Desain Pembelajaran Flipped Classroom, c) Pengembangan dan Strategi Pembelajaran Flipped Classroom, dan d) Implementasi Online Flipped Classroom, yang dijabarkan menjadi 10 Materi online yang tersedia di MOOC UNP Padang.
“Harapannya, setelah pelatihan ini, masing-masing madrasah memiliki yang telah website dan LMS yang domain dan hostingnya untuk satu tahun kedepan didanai oleh kegiatan ini, akan dapat dimanfaatkan dalam mengimplementasikan stratgei belajar Flipped Classroom ini.” demikian ditegaskan oleh ketua pelaksana, Yasdinul Huda, S.Pd., M.T.








